Wijen adalah tanaman penghasil minyak yang membutuhkan teknik budidaya khusus. Keberhasilan panen wijen sangat ditentukan oleh manajemen yang cermat dari awal hingga akhir.
1. Persiapan Tanam:
- Gunakan benih wijen unggul bersertifikat.
- Tanam di lahan yang gembur dan memiliki drainase yang baik, dengan kedalaman tanam 1-2 cm.
2. Pemeliharaan:
- Lakukan penjarangan (menghilangkan beberapa tanaman) untuk menjaga jarak ideal.
- Bersihkan gulma secara rutin.
- Berikan air yang cukup, terutama saat fase pembungaan dan pengisian polong, namun hindari genangan air.
3. Panen dan Pascapanen:
- Panen dilakukan saat daun bawah mulai menguning dan polong pecah, karena polong tidak matang serentak.
- Setelah dipanen, ikat batang tanaman dan jemur di tempat yang teduh.
- Setelah kering, biji wijen dirontokkan dengan cara diguncangkan, lalu dibersihkan dari kotoran.
Dengan pemilihan benih yang tepat dan panen yang cermat, budidaya biji wijen dapat menghasilkan panen yang optimal dan berkualitas tinggi.