Kanesia 23 merupakan hasil persilangan antara KI. 645 (tetua betina) hasil introduksi dari Amerika Serikat pada tahun 2001 dengan LAXMI (tetua jantan) hasil introduksi dari India pada tahun 1982. Kanesia 23 moderat toleran terhadap kekeringan, agak tahan terhadap A. biguttula, tahan terhadap penyakit S. rolfsii, agak tahan terhadap penyakit R. solani. Selama pelaksanaan uji multilokasi tidak terjadi serangan penyakit pada tanaman kapas. Potensi produksi bervariasi antara 2073 kg – 2926 kg kapas berbiji/ha tanpa perlakuan benih dan 1011 kg - 3627 kg kapas berbiji/ha dengan perlakuan benih, dengan peningkatan produktivitas 18 % - 26 % dibandingkan Kanesia 10. Kanesia 23 mampu beradaptasi secara luas pada kondisi dengan perlakuan benih, produktivitas tertinggi dicapai di daerah dengan tipe tanah vertisol/grumosol, curah hujan setahun 2900 mm dengan tipe iklim sedang. Kandungan serat 40,2 %, mutu serat (kekuatan serat 31,3 g/tex, kehalusan serat 4,8 mikroner, panjang serat 28,0 mm, keseragaman serat 88,4 % dan mulur serat 7,3 %). Mutu serat Kanesia 23 memenuhi syarat yang diinginkan oleh industri tekstil.